JalurPendaftaran. Berikut ini daftar jalur pendaftaran untuk penerimaan mahasiswa baru Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Diniyah Puteri Rahmah El Yunusiyyah Padang Panjang tahun ajaran 2020/2021: 1 Mei 2018 - 31 Agustus 2018.
SEKAPURSIRIH. Sejarah adalah fakta nyata peristiwa masa lalu yang tak dapat dipungkiri kebenarannya. Sejarah yang telah ditoreh oleh Ibunda Rahmah EL Yunusiyyah melalui Perguruan Diniyyah Puteri yang beliau dirikan bagaikan rantai mutiara yang pernah memberikan kilau pencerahan bagi Indonesia. Sebagian kisah sejarah itu adalah:
KementerianAgama Sumatera Barat Dalam Angka 2015 s.d 2019 ; Profil KOTA PADANG PANJANG ; KOTA PARIAMAN Daftar Berita ; Siaran Pers
biayaregistrasi. Biaya registrasi tingkat Tsanawiyah (MTsS DMP): Rp 450.000,-. Biaya registrasi tingkat Aliyah (MAS KMI) : Rp 650.000,-. Transfer ke nomor rekening 7017400357 (Bank Syariah Mandiri/Bank Syariah Indonesia) a.n Perguruan Diniyyah Puteri.
PADANGPANJANG SUMBAR -- "Masa Emas Itu Belum Habis". Ucapan tersebut disuarakan oleh Wakil Walikota Padang Panjang, Drs. Asrul saat memberikan sambutan pada acara Resepsi Anniversary yang ke-96 Perguruan Diniyah Puteri Kota Padang Panjang di Gedung Pertemuan Zainuddin Labay El Yunusy, Sabtu (2/11/2019).
Tentangsantri Perguruan Diniyah Putri Padang Panjang yang sering dikirim ke Jepang, saya tidak kaget. Kalau ada pembaca Disway dari Padang Panjang, barangkali sependapat dengan saya: Perguruan Diniyah Putri memang hebat. Orang tua calon santri saja dites. Syarat pendaftaran juga harus menyertakan surat keterangan sehat seperti mau
Padang(Kemenag) --- Santri tidak hanya bisa mengaji. Santri juga bisa berinovasi di bidang teknologi. Salah satunya yang dilakukan oleh santri-santri perempuan Perguruan Diniyah Putri Padang Panjang.
yIoTy.
Oleh M. Fuad Nasar Kota Padang Panjang di Sumatera Barat abad dua puluh termasyhur sebagai kota pelajar dan pusat pergerakan kemerdekaan. Di kota Serambi Mekkah berhawa dingin itu, tepatnya di Jalan Abdul Hamid Hakim, terdapat dua kampus pendidikan Islam bersejarah di Minangkabau. Kampus pendidikan yang legendaris tersebut ialah Perguruan Thawalib yang didirikan oleh Dr. H. Abdul Karim Amrullah Haji Rasul dan Perguruan Diniyyah Puteri yang didirikan oleh Rahmah El Yunusiyyah 1900 â 1969. Rahmah menggagas lahirnya madrasah Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang pada tanggal 1 November 1923 dilatar-belakangi cita-cita dan kepedulian untuk mengangkat harkat dan derajat kaum perempuan. Ia mendobrak tradisi lama yang menghambat kaum perempuan mendapat kesempatan mengenyam pendidikan yang memadai setara dengan kaum laki-laki. Kepribadian Rahmah dibentuk oleh kakaknya Zainuddin Labay El Yunusy pendiri Diniyyah School dan gurunya Abdul Karim Amrullah. Sepanjang hayatnya Rahmah merupakan sosok perempuan pejuang yang gigih dan selalu menjaga kepribadian sebagai muslimat. Perempuan diharapkan bisa tampil menjadi pemimpin di masyarakat atau pendidik di rumah tangga dan keluarganya. Filosofi pendidikan yang diajarkan Rahmah ialah mendidik seorang anak laki-laki berarti mendidik seorang manusia, sedangkan mendidik seorang anak perempuan berarti mendidik suatu keluarga dalam rumah tangga. Dengan demikian pendidikan yang diselenggarakan Perguruan Diniyyah Puteri bertujuan untuk membentuk puteri yang berjiwa Islam dan ibu pendidik yang cakap, aktif serta bertanggung jawab tentang kesejahteraan masyarakat dan tanah air atas dasar pengabdian kepada Allah Subhanahu Wa Taâala. Rahmah masih sempat menyaksikan perjuangannya membuahkan hasil yang disyukuri. Murid-murid Diniyyah Putri berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei. Diniyyah Puteri Padang Panjang merupakan pesantren puteri pertama di Asia Tenggara. Diniyyah Puteri kemudian membuka cabang di beberapa propinsi yang diprakarsai oleh para alumni. Di masa revolusi mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945, Rahmah terjun ke medan perjuangan fisik. Ia menjadi Bundo Kanduang dari barisan Sabilillah dan Hizbullah di Sumatera Barat. Dalam masa revolusi kemerdekaan, Perguruan Diniyyah Puteri memberikan andil perjuangan dengan sarana yang dimilikinya untuk mendukung perjuangan kemerdekaan bangsa. Perguruan Diniyyah Puteri menolak subsidi dari pemerintah Hindia Belanda. Perguruan Islam itu tidak mau berada di bawah pengaruh kekuasaan kolonial. Sikap mandiri dan menjaga harga diri yang dipegang teguh Diniyyah Puteri sama dengan prinsip berdikari berdiri di kaki sendiri yang dianut Taman Siswa Yogyakarta. âKalau pada waktu sekarang orang mendirikan sekolah, adalah hal yang biasa. Akan tetapi pada waktu lebih 50 tahun yang lalu di mana orang menganggap wanita itu haram masuk sekolah, ada orang yang berani mendirikan sekolah untuk wanita, seperti Ibu Rahmah, maka itu adalah hal yang luar biasa. Di sinilah letak pentingnya Diniyyah Puteri, dan disitulah pentingnya Ibu Rahmah. Beliau telah meninggalkan jasa yang sangat besar, bukan untuk tanah Minang saja, tetapi juga untuk seluruh Indonesia bahkan untuk seluruh dunia wanita.â ungkap Menteri Agama RI periode 1971 â 1978 Prof. Dr. H. A. Mukti Ali ketika meresmikan salah satu bangunan gedung Asrama Diniyyah Puteri Padang Panjang tahun 1978. Rektor Universitas Al-Azhar Cairo Dr. Syekh Abdurrahman Taj tahun 1955 mengunjungi Indonesia dan meninjau Diniyyah Puteri Padang Panjang. Pemimpin tertinggi Al-Azhar itu terkesan dengan pendidikan Diniyyah Puteri. Di Mesir belum ada sekolah khusus untuk perempuan. Rahmah diundang ke Universitas Al-Azhar untuk membentangkan pengalamannya membangun pendidikan Islam di Indonesia. Pemimpin Diniyyah Puteri Rahmah El Yunusiyyah adalah ulama perempuan pertama yang dianugerahi gelar kehormatan âSyaikhahâ dari Universitas Al-Azhar Cairo. Sistem dan pola pendidikan Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang menginspirasi Universitas Al-Azhar hingga mendirikan Kulliyatul Banat yakni fakultas khusus untuk perempuan. Pada tahun 1958 untuk pertama kali alumni Diniyyah Puteri mendapat beasiswa melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar Cairo, antara lain Isnaniyah Saleh dan Zakiah Daradjat. Pahlawan pendidikan Islam yang tangguh itu meninggal pada malam takbiran Hari Raya Idul Adha tanggal 26 Februari 1969 di Padang Panjang. Rumah kediamannya sekarang menjadi Museum Rahmah El Yunusiyyah. Cita-cita Rahmah yang belum terwujud ialah mendirikan Rumah Sakit khusus untuk perempuan. Setelah wafatnya Rahmah El Yunusiyyah, kepemimpinan Perguruan Diniyyah Puteri dilanjutkan oleh Dra. Hj. Isnaniyah Saleh. Setelah Isnaniyah Saleh meninggal dunia, Diniyyah Puteri secara berturut-turut dipimpin oleh Hj. Husainah Nurdin, Hj. Hasniah Saleh, dan sekarang Hj. Fauziah Fauzan El Muhammady, SE, Akt, Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang kini menyelenggarakan program Pendidikan Anak Usia Dini, Madrasah Ibtidaiyyah Swasta, Madrasah Tsanawiyyah Swasta, Sekolah Menengah Pertama, Madrasah Aliyah Swasta Kulliyatul Muâallimat El Islamiyyah, dan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah STIT. Keberadaan Diniyah Puteri membawa pencerahan bukan hanya bagi dunia pendidikan Islam di Sumatera Barat, tetapi mewarnai Indonesia melalui para alumninya. Dalam bidang kebudayaan, model busana jilbab pelajar Diniyah Puteri Padang Panjang yang memiliki kekhasan atau dahulu dikenal sebagai model baju kurung dan kerudung Kak Amah menjadi trend-setter busana muslimah di Sumatera Barat di masanya. Seiring perkembangan zaman Perguruan Diniyyah Puteri mengembangkan visi menjadi pusat pendidikan Islam modern berlandaskan Al-Qurâan dan Hadits yang menghasilkan karya di pentas dunia. Diniyyah Puteri menetapkan misinya ialah; 1 membangun dan mengembangkan berbagai pusat keunggulan pengetahuan bersumberkan Al Qurâan dan Hadits, 2 Menyiapkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas global dan berakhlak sesuai syariah, 3 Mengembangkan kegiatan usaha secara profesional untuk mencapai kemandirian berkarya. Kurikulum Diniyyah Puteri sejak masa Rahmah meliputi pelajaran agama, bahasa Arab, pelajaran umum dan keterampilan. Perguruan Islam ini menerapkan perpaduan Kurikulum Kementerian Agama RI, Kurikulum Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan kurikulum lokal Diniyyah Puteri. Setiap memperingati Hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei selayaknya kita mengenang kembali cita-cita besar Rahmah El-Yunusiyyah. Srikandi emansipasi pendidikan perempuan dari Minangkabau Sumatera Barat tersebut merupakan pelaku sejarah yang turut menggerakkan perubahan bangsa. Kebesaran pendidikan Islam di Sumatera Barat di masa lampau dengan icon Perguruan Thawalib Padang Panjang, Diniyyah Puteri Padang Panjang serta Sekolah Adabiah di kota Padang, dapat disejajarkan dengan kebesaran Taman Siswa yang berdiri pada 3 Juli 1922 di kota Yogyakarta. Legasi perjuangan Rahmah di pentas peradaban tidak memerlukan glorifikasi. Akan tetapi sebagai mutiara berharga dalam sejarah pendidikan Islam di Indonesia warisan Rahmah El Yunusiyyah patut dipelihara gemilangnya sepanjang masa.
Pesantren Diniyyah Puteri Padang Panjang merupakan salah satu pondok pesantren terkenal di wilayah Sumatera, terutama di Padang. Menurut kami salah satu faktornya adalah pesantren ini khusus untuk puteri. Tidak banyak pondok pesantren yang demikian. Oleh sebab itu kami akan merangkum informasi dari website resmi serta halaman facebook terkait profil ponpes Diniyyah Puteri, pendidikan yang tersedia di dalamnya, serta biaya masuk pesantren Diniyyah Puteri Padang Panjang. Pesantren Diniyyah Puteri Padang PanjangPendidikan di Ponpes Diniyyah Padang PanjangBuku Diniyyah di Pondok PesantrenKeunggulan Pondok Pesantren DiniyyahHome Stay Hingga Luar NegeriPendaftaran Pondok PesantrenBiaya Masuk Pesantren Diniyyah Padang PanjangAlamat Lengkap Pesantren Diniyyah Puteri Padang Panjang merupakan salah satu pesantren tertua di Sumatera, karena jenjang Tsanawiyahnya saja sudah berdiri sejak 1923. Memang di periode ini banyak pesantren mashur di padang panjang. Hingga sekarang tetap berdiri kokoh dengan pengembangan yang tidak pernah berhenti. Bahkan jenjang pendidikan di ponpes Diniyyah Puteri Padang sudah sangat lengkap, mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi. Cukup bagus. Pendidikan di Ponpes Diniyyah Padang Panjang Adapun untuk pendidikan yang akan kami ulas lebih kepada jenjang MTs, dan MA yang lebih fokus kepada aspek pondok pesantren berasrama. Akreditasi keduanya adalah A. Artinya sudah memiliki standard nasional. Nama lengkapnya MTs DMP, yaitu Diniyyah Menengah Pertama. Yang artinya aspek pendidikan diniyyah menjadi bagian dari kurikulum itu sendiri. Istilahnya kalau zaman sekarang adalah muatan lokal. Ada lagi jenjang menengah pertama, yaitu SMP, kalau ini mengikuti diknas. Sedangkan tingkat Aliyah namanya Madrasah Aliyah Kulliyatul Muâallimat Al Islamiyah. Jurusannya ada tiga, yaitu studi timur tengah atau fokus kepada keagamaan, kedua adalah IPS, dan ketiga IPA. Dengan kata lain pesantren Diniyyah Puteri Padang Panjang mengakomodir diniyyah dan sains. Buku Diniyyah di Pondok Pesantren Beberapa buku diniyyah yang dipelajari di pondok pesantren di antaranya adalah, Tafsir Ibnu KatsirMabahist fi Ulumil QuranAl Wafi fi Sarhi ArbainMustholahul HadistRiyadhus SholihinFiqh Marâah MuslimahUshul FiqhRahiqul MakhtumSullamut TaufiqFathul QaribDan lain sebagainya. Beberapa buku diniyyah ini mengindikasikan bahwa pendidikan di pesantren berjalan cukup baik. dasar-dasar keilmuan Islam dipelajari mulai dari Al Quran, hadist, fiqh, Aqidah, hingga siroh nabawiyah. Sehingga santri bisa menguasai dasar Islam yang baik. Keunggulan Pondok Pesantren Diniyyah Ada beberapa keunggulan pondok pesantren Diniyyah Puteri Padang Panjang yang menurut kami istimewa. Yang pertama adalah aspek tahfidz Quran. Di pondok pesantren ini memiliki target minimal hafal dua juz, maksimal bisa 30 juz. Kedua, di sini menganut sistem multiple intelligence yang berarti semua siswa dianggap sama, tidak ada yang paling unggul dibanding yang lainnya. Sesuai bakat dan minatnya masing-masing. Untuk mendukung ini maka ada 20 ektrakulikuler. Ada eskul akademik dan non akademik. Wow. Materi seperti Fisika, Kimia, Biologi, Matematika, Bahasa Inggris dan lainnya juga punya tempat. Sedangkan untuk yang eskul non akademik terlihat rata-rata khusus putri, seperti tata busana, tata boga, menjahit, bordir, menulis, fotografi, shooting, desain film dan lain sebagainya. Menurut kami ini unggulan utama dari Pesantren Diniyyah Puteri Padang Home Stay Hingga Luar Negeri Kami tidak mengetahui apakah di masa pandemi hal ini masih berlaku, namun salah satu keistimewaan dari ponpes Diniyyah Puteri Padang Panjang adalah home stay yang sampai enam minggu di salah satu negara seperti Jepang, Australia, dan Malaysia. Tidak lupa ada program umroh sekalian. Wah sekali menurut kami. Bahkan untuk studi banding ada sampai DPR-MPR, Bursa Efek Indonesia di Jakarta. Juga studi ilmiah ke beragam negara baik Asia atau Eropa. Pendaftaran Pondok Pesantren Adapun untuk pendaftaran pondok pesantren Diniyyah Puteri yang tertera biasanya pada Mei sampai Juni. Tidak perlu datang, cukup kunjungi website pendaftaran. Syarat administratifnya adalah, Scan KTP Orang TuaFotokopi AkteFotokopi KKKartu NISNTes Kesehatan Sedangkan untuk pendaftaran biaya MTs dan SMP sebesar sedangkan untuk MA sebesar Cukup mudah, jadi Anda tidak perlu datang. Biaya Masuk Pesantren Diniyyah Padang Panjang Untuk biaya masuk, kami mendapatkan dari halaman facebooknya, yaitu biaya pesantren Diniyyah pada tahun 2020-2021 yaitu sebesar emas. Sedangkan untuk SPP bulanan sekitar 1 emas Namun kami dapatkan info dari admin, biaya masuknya sekitar 25 jutaan, dengan SPP bulanan sekitar juta. Nanti bisa ditanyakan info lebih detil ke lembaga pendidikan terkait. Menurut kami ini cukup lumayan. Bisa dibandingkan dengan pondok pesantren lain di Padang di link ini. Sudah kami sajikan dengan keunggulan masing-masing dan biaya. Alamat Lengkap Adapun untuk alamat lengkapnya di Jalan Abdul Hamid Hakim Ps. Usang, Kec. Padang Panjang Barat, kota Padang Panjang. Kalau bingung bisa ikuti Google Maps yang kami sediakan di bawah ini. Jika ingin informasi lengkap bisa kunjungi website resminya di sini, kalau ada pertanyaan bisa menghubungi nomor 02752 82368. Semoga informasi yang kami sajikan ini bermanfaat bagi semua calon wali murid. Post Views
Foto bersama saat peletakan batu pertama pembangunan asrama santri putri. foto Pemko Padang Panjang - Pembangunan asrama santri putri di Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang dimulai Kamis 29/4/2021. Gubernur Sumbar Mahyeldi meletakkan batu pertama tanda dimulainya pembangunan asrama tersebut. "Selamat atas pembangunan asrama putri di perguruan yang telah melahirkan banyak generasi islam yang cendikia ini," ujar Mahyeldi. Wali Kota Padang Panjang Fadly Amran mendukung pembangunan asrama putri tersebut. Ia mengharapkan, dengan penambahan bangunan asrama ini, lebih banyak lagi lahir insan-insan cerdas Diniyyah yang mampu berkiprah di nasional maupun intenasional. Fasli Jalal yang turut hadir mengatakan bahwa asrama merupakan tempat yang sangat dibutuhkan para santri. Dengan adanya asrama, para santri akan bertambah dan juga mendapatkan kenyamanan, serta juga menghilangkan kekhawatiran orang tua. "Semoga asrama ini nantinya dapat bermanfaat dan memberi kenyaman untuk santri kita. Dan semoga target penyelesaian asrama ini dalam jangka satu tahun bisa diwujudkan," harapnya. Rencananya, asrama ini nantinya akan mampu menampung kurang lebih 200 santri. Satu kamar berisi sembilan santri dan setiap dua kamar akan ada pembina santri. */yki
Abstract Madrasah Diniyah Putri is a special school for women in Padang Panjang which was founded by Rahmah El Yunusiyah in 1923. The main focus of the Diniyah Putri movement is to raise public awareness, especially women, of the importance of education. After Rahmah El Yunusiyah died in 1969, Diniyah Putri still continues to triumph and is recognized as a symbol of the success of Islamic education, especially for women in the modern age. This study aims to find out why Diniyah Putri was so popular among the people of Padang Panjang from 1923 to 1969, the Diniyah Putri program in improving women's education. This research is library research and the method used in this research is the historical method. The results of the study 1 The factors that made Diniyah Putri much in demand by the public were because of the discipline of students in participating in learning, the learning applied was adjusted to the educational needs at that time, the special skills given to women, the lives of the students in the dormitories who always practiced the lessons taught at the time. obtained while in school, 2 The Putri Diniyah Program to improve women's education is to build sorry schools to eradicate female illiteracy. Keywords Diniyah putri, women's education
pendaftaran diniyah putri padang panjang 2019